Kamis, 05 Februari 2015

TOT Wirausaha Sanitasi STBM Regional Sumatera

Padang, 3 Februari 2015

Pemasangan baju dan tanda peserta secara simbolis
Pada tanggal 29 Januari sampai dengan 4 Februari 2015, selama 7 (tujuh) hari bertempat di Badan Diklat Provinsi Sumatera Barat, TOT Wirausaha STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat ini merupakan lanjutan dari kegiatan TOT untuk Koordinator Provinsi STBM dan Fasilitator STBM Kabupaten Program Pamsimas II Tahun Anggaran 2015 pada wilayah kerja lama program Pamsimas, yang dihadiri oleh peserta dari unsur Pelaku Wirausaha STBM dari 9 provinsi di Pulau Sumatera. Acara ini dibuka oleh Kabid PP dan Bencana Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar, DR. dr. Irene, MKM didampingi Kasi PL Kusnadi, SKM, M.Kes pada hari Kamis, 29 Juni 2015.

Bersama peserta yang mewakili pemasangan baju
secara simbolis

Penyehatan Lingkungan dan STBM


Penyehatan Lingkungan merupakan salah satu program yang menunjang MDGs tujuan ke 7, upaya tersebut dilakukan untuk mengembangkan komitmen penyediaan sarana air minum dan sanitasi yang layak dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terutama dalam menurunkan angka penyakit diare dan penyakit lain yang ditularkan melalui air dan lingkungan.

Peserta pelatihan TOT
Implementasi Program PAMSIMAS di tingkat masyarakat telah berjalan mulai tahun 2008 berakhir tahun 2012 dan dilanjutkan dengan Program PAMSIMAS II mulai tahun 2013. Hasil monitoring terhadap implementasi tesebut menunjukkan bahwa dari empat indicator capaian Key Performance Indicator (KPI), dua diantaranya (SBS/Stop Buang Air Besar Sembarangan dan CTPS/Cuci Tangan Pakai Sabun) belum mencapai target yang ditetapkan. Secara nasional berbasis data MIS PAMSIMAS Kesehatan, status data 26 Februari 2013 pencapaian target persentase masyarakat yang stop buang air besar di sembarang tempat atau SBS (KPI 7) tercapai sebesar 45% dari target 80%. Target masyarakat yang menerapkan program Cuci Tangan Pakai Sabun dengan air mengalir (KPI 8) tercapai sebesar 67% dari 80%. 

Untuk masa yang akan datang tanggung jawang kementerian kesehatan sebagai lembaga pelaksana program Pamsimas II komponen Kesehatan meliputi :
  • Melakukan pembinaan pelaksanaan program dalam perbaikan perilaku hygiene dan sanitasi
  • Mengendalikan upaya pencapaian Key Performance Indicator (KPI) komponen kesehatan
  • Memfasilitasi penerapan/pelaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)
  • Menyediakan dan membina fasilitator STBM di tingkat Kabupaten
  • Menyiapkan sanitarian di tingkat Puskesmas sebagai ujung tombak pelaksanaan program Pamsimas Kesehatan dalam pencapaian target program
Pelaksanaan TOT Wira Usaha STBM

Praktek lapangan bersama peserta
Pelatihan ini diikuti oleh 80 orang dari Fasilitator STBM Kabupaten, Koordinator STBM Provinsi dan Pelaku Wirausaha STBM yang terdiri dari Provinsi Aceh 4 orang, Sumatera Utara 16 orang, Riau 6 orang, Kepri 3 orang, Sumatera Barat 11 orang, Jambi 6 orang, Bengkulu 7 orang, Bangka Belitung 2 orang, Sumatera Selatan 20 orang dan Lampung 5 orang

Secara umum tujuan TOT Wirausaha STBM bagi Fasilitator dan Koordinator STBM dan Pelaku Wirausaha STBM ini adalah Meningkatkan pemahaman peserta sebagai pemandu dalam memfasilitasi peningkatan kapasitas petugas dan masyarakat dalam bidang Wirausaha STBM serta meningkatkan akses sanitasi melalui Wirausaha STBM yang mendiri dan berkelanjutan sebagai upaya menguatkan pasar sanitasi pedesaan dalam mendukung capaian program Pamsimas Komponen Kesehatan.

Cara pembuatan jamban
 Secara khusus, diharapkan agar dapat: 
  1. Meningkatkan ketrampilan peserta dalam memfasilitasi pelatihan pengembangan Wirausaha STBM 
  2. Memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta untuk dapat mendampingi para pelaku Wirausaha STBM dalam hal: 
    • Menciptakan dan menemukan peluang pasar sanitasi pedesaan melalui serangkaian aktifitas promosi;
    • Memanfaatkan peluang potensi pasar sanitasi menjadi peluang usaha sanitasi yang mandiri dan berkelanjutan;
    • Mengembangkan produk dan layanan sanitasi sesuai yang kebutuhan pasar sanitasi pedesaan;
    • Tertib administrasi pembukuan dan keuangan secara konsisten sebagai salah satu syarat untuk tumbuh berkembangnya sebuah usaha secara berkelanjutan;
  3. Mengembangkan strategi dan dukungan pasca pelatihan untuk pengembangan wirausaha STBM diwilayah dampingan masing-masing peserta.
Maket jamban yang akan dibuat
Materi yang akan dipelajari pada TOT Pelatihan Wirausaha STBM meliputi:
  1. Belajar Bersama 
  2. Kebijakan dan Strategi Nasional STBM
  3. Konsep Dasar STBM
  4. Motivasi Wira Usaha STBM
  5. Jejaring Pemasaran dan Jasa STBM
  6. Produk dan Jasa STBM
  7. Proses Produksi dan Jasa STBM
  8. Teknik Komunikasi dan Presentasi Produk dan Jasa STBM
  9. Praktek Menjual dan Praktek Produksi
  10. Administasi Pembukuan dan Management Keuangan Sederhana
  11. Rencana Bisnis
  12. Monitoring dan Evaluasi Wira Usaha STBM
  13. Teknik Melatih
  14. Monev dan Dukungan Pasca Pelatihan.
  15. RKTL
  16. Evaluasi Pelatihan
Materi tersebut di atas selanjutnya diuraikan lebih rinci dalam kurikulum dan agenda/jadwal untuk pelatihan.


Metode yang digunakan dalam kegiatan pelatihan ini menggunakan prinsip pendidikan orang dewasa dimana peserta menjadi pelaku utama dalam rangka mencapai tujuan kegiatan pelatihan. Adapun metode yang digunakan untuk menunjang proses TOT Wirausaha STBM ini antara lain adalah ceramah, curah pendapat, diskusi kelompok, diskusi pleno, bermain peran dan penugasan serta praktek lapangan.

Output yang diharapkan dari pelaksanaan TOT Wirausaha STBM untuk Koordinator Provinsi, Fasilitator STBM Kabupaten dan Pelaku Wirausaha STBM ini adalah: 
  1. Tersedianya tenaga pemandu pelatihan wirausaha STBM di setiap provinsi lokasi Pamsimas sesuai kebutuhan.
  2. Tersedianya tenaga pendamping yang mampu mendampingi pelaku wirausaha STBM di wilayah kerja serta dapat menjadi pendorong dalam pelaksanaan kegiatan wirausaha di wilayah dampingan.
  3. Tersusunnya RKTL Pelatihan Wirausaha STBM ditingkat Provinsi dan jadwal penyusunan buku peta pengembangan wirausaha sanitasi tingkat provinsi dan kabupaten (Target pasar, Jumlah Wirausaha STBM, lembaga keuangan mikro dan lainya yang berpotensi untuk bermitra).
Pelatihan ini akan dipandu 7 orang pemandu dari unsur WSP, TDS dan CMAC dan Advisory Pamsimas. 

Praktek Lapangan

Suasana Praktek Lapangan
Pada Pelatihan ini dilakukan Praktek Lapangan di Kecamatan Lubuk Kilangan dengan membuat percontohan jamban 3-3-1 di 6 (enam) titik dan pada kesempatan ini ada 32 orang masyarakat yang sudah memberi uang muka untuk membeli jamban.

Para peserta pelatihan membuat jamban di titik-titik yang telah dipilih sebagai lokasi pembuatan jamban ini. Masyarakat juga tertaring dengan contoh jamban yang akan dibuat dan memesan jamban tersebut.

Pencapaian kegiatan STBM di Provinsi Sumatera Barat

Untuk kegiatan STBM dengan lima pilar, Propinsi Sumatera Barat sudah sudah melaksanakan kegiatan dengan hasil pencapaian adalah : 
  • § SBS (KPI 7) sudah 45,77% dengan target 80% sudah diatas dari pencepaian nasional 45%
  • CTPS 75,45%, dengan target 90%
  • Higiene Sanitasi sekolah 93.72%, dengan target 90%
  • Limbah rumah tangga yang memenuhi syarat 62,12%, dengan target 80%
  • Sampah yang memenuhi syarat 63,50%, dengan target 80%
  • Tempat Pengelolaan Makanan 63,31%, dengan target 65%
Pelaksanaan STBM di Propinsi Sumatera barat ini juga didukung oleh berbagai kebijakan dan komitmen antara lain:
Foto bersama Kontingen Sumbar Saat
Penutupan Pelatihan
  • Adanya komitmen bersama antara Bupati/Walikota se-Sumatera Barat (Penandatanganan bersama semua Bupati/Walikota) mensukseskan program kegiatan pamsimas 
  • Adanya surat edaran dari gubernur untuk keberlanjutan kegiatan Pamsimas
  • Adanya MOU Bupati Walikota untuk mendukung Progam Sanitasi dan komitmen Dinas Kesehatan Kab/Kota 
  • Teknologi Tepat Guna (TTG) di Salah Satu Lingkungan Padat yang tak punya akses air bersih dan jamban.
  • Meningkatkan wirausaha sanitasi, diawali dengan melakukan Pelatihan Wira Usaha Sanitasi, membentuk Asosiasi dan memberikan solusi jamban murah sehat 
  • Integrasi Program PTM, HIV, TB dan Kesehatan Lingkungan di Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS).
  • Telah dilakukan deklarasi bagi lokasi Pamsimas yang sudah SBS di 15 
  • Terpilihnya Provinsi Sumbar dan 2 kabupaten/kota (bersama Jawa Timur dan NTT) untuk pembuatan Succes Story Program Pamsimas 1, yaitu:
    1. Kabupaten 50 kota, hilangkan Perut lega ikanpun senang 
    2. Kabupaten Sijunjung, hilangkan BAB di Kebun dan Plastik Asoi terbang/Ranjau darat 
  • Penghargaan Pokja AMPL Pada Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KSAN) II (bersama NTB dan NTT)
Penutupan Pelatihan

Direktur Penyehatan Lingkungan Ditjen PP dan PL drh. Wilfried H. Purba, MM, M.Kes, berkesempatan untuk menutup pelatihan ini. Didahului dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Penyampaian kesan dan pesan oleh peserta dan diakhiri dengan foto bersama, bapak direktur PL menyampaikan bahwa Terkait belum tercapainya target Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) PAMSIMAS komponen kesehatan serta pengolahan limbah, sampah dan makanan rumah tangga ini menjadi pemicu diperlukannya strategi pelaksanaan yang lebih konkret dan operasional sehingga dapat terumuskan pola peran pendampingan dan pengendalian yang terukur dan sistematis melalui integrasi kolaboratif komponen sanitasi total, maka dengan ini disiapkan petugas sanitarian dalam pelaksanaan kegiatan pelatihan wirausaha sanitasi bagi fasilitator STBM dapat meningkatkan pencapaian target.

Diharapkan dengan pelatihan wirausaha ini dapat lebih mempercepat pencapaian Progress Kinerja Pencapaian Indikator (KPI) Pamsimas Bidang Kesehatan di wilayah Propinsi masing-masing peserta. masing-masing peserta dapat menjadi pendamping wira usaha sanitasi bahkan menjadi wirausaha sanitasi. Selamat kepada para peserta dan selamat kembali ke tempat masing-masing, demikian drh. Wilfried H. Purba, MM, M.Kes sebelum menutup pelatihan secara resmi.

(Posted by: DR. dr. Irene, MKM)





Tidak ada komentar:

Posting Komentar