Minggu, 11 Mei 2014

MERS CoV

Bersama ini kami posting Pedoman MERS CoV. Semoga bermanfaat….


Pemberitaan yang marak tentang kasus MERS CoV di Arab Saudi meningkatkan tingkat kewaspadaan kita terhadap pengamatan dan tata laksana kasus tersebut di Indonesia, termasuk WNI sebagai Jemaah Haji dan Umrah.
WHO memberikan informasi perkembangannya secara terus menerus dari berbagai negara, dan informasinya dapat disimak pada link: www.who.int/csr/don/archive/disease/coronavirus_infections/en/  
Pemerintah Indonesia juga dalam kondisi tanggap terhadap perkembangan kasus tersebut, dan informasi perkembangannya dapat disimak melalui website:  www.ispa.pppl.depkes.go.id 
Kepada para pengelola petugas kesehatan dan masyarakat luas dapat menyimak lebih detil penanganan kejadian MERS CoV dengan menyimak pedoman-pedoman sebagai berikut:
Silakan klik pada link tersedia untuk mengunduhnya.  Dapat juga melalui menu Donwload/Modul dan Informasi pada website Pusat Kesehatan Haji ( www.puskeshaji.depkes.go.id/webs )
Silakan unduh LeafletBanner dan Poster 
Sumber: Ditjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), Kementerian Kesehatan.

Sabtu, 10 Mei 2014

PELANTIKAN PENGURUS YAYASAN KANKER INDONESIA PROVINSI SUMATERA BARAT 2014-2018

Padang, 9 Mei 2014

Pengurus YKI Sumatera Barat Periode 2014-2018
Bersama Ketua Umum YKI
Prof. DR. dr. Nila Moeloek, SpM(k)
Yayasan Kanker Indonesia (YKI) adalah organisasi nirlaba yang bersifat sosial dan kemanusiaan di bidang kesehatan, khususnya dalam upaya penanggulangan kanker.

Tujuan YKI adalah mengupayakan penanggulangan kanker dengan menyelenggarakan kegiatan di bidang promotif, preventif dan suportif.

Menyadari bahwa penanggulangan kanker hanya mungkin berhasil bila dilakukan oleh semua pihak, maka YKI melaksanakan kegiatannya dengan bekerjasama dengan semua pihak, baik pemerintah, organisasi profesi, lembaga swadaya masyarakat, swasta dan dunia usaha baik di dalam maupun luar negeri. YKI memiliki cabang di seluruh Indonesia.

Ketua Umum YKI Sumatera Barat
Tahun 2014-2018
Ny. Hj. Nevi Zuairina Irwan Prayitno
YKI menjalankan berbagai program penanggulangan kanker dengan memprioritaskan pelaksanaan program pada 10 kanker utama berikut:
  1. Kanker Leher Rahim
  2. Kanker Payudara
  3. Kanker Hati
  4. Kanker Paru
  5. Kanker Kulit
  6. Kanker Nasofaring
  7. Kanker Kolorektal
  8. Leukemia
  9. Trofoblas Ganas
  10. Limfoma Malignum.
VISI YKI adalah Masyarakat PEDULI Kanker 
  • Memberikan (PE)rhatian bahwa kanker bukan hanya masalah individu atau keluarga mereka yang terkena kanker. 
  • Memberikan (DU)kungan baik moral maupun material sesuai dengan kemampuan dan kapasitas kita. 
  • Memberikan (LI)ndungan agar mereka yang terkena kanker merasa terayomi sehingga timbul semangat diri untuk mencari solusi terbaik dalam upaya pengobatan maupun peningkatan kualitas hidup pasien kanker. 
MISI: Meningkatkan kepedulian masyarakat dalam penanggulangan kanker melalui penyediaan layanan promotif, preventif, dan suportif. 

YKI mengupayakan penanggulangan kanker dengan mengadakan berbagai kegiatan di bidang promotif, preventif dan suportif serta menekankan akan pentingnya deteksi kanker secara dini, dengan Motto YKI adalah: “Kanker dapat disembuhkan jika ditemukan dalam stadium dini” 

Ketua Umum YKI Prof. DR. Dr. Nila Moeloek, SpM(K),
Ketua Umum YKI Provinsi Sumbar Hj. Nevi
Zuairina Irwan Prayitno dan Ketua YKI Cabang Padang
Dr. Efrida Aziz, MSc. dalam ramah tamah sebelum pelantikan
Sebagai Ketua Umum adalah Ny. Hj. Nevi Zuairina Irwan Prayitno dan Wakil Ketua Umum adalah Dr. Hj. Ermawati, SpOG(k) dan Sekretaris Umum adalah Dr. H. Aladin, SpOG, dengan 5 bidang yaitu
  1. Bidang Organisasi 
  2. Bidang Pelayanan Sosial 
  3. Bidang Pendidikan dan Penyuluhan 
  4. Bidang Penelitian dan Registrasi 
  5. Bidang Umum 
Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat sebagai Leading Sector peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat juga sangat mendukung kegiatan YKI ini. Pengembangan IVA sudah dilakukan di beberapa kabupaten/kota, dimana di Kota Solok bahkan sudah membuat Perda IVA, dan kegiatan ini sudah dikembangkan di seluruh kabupaten/kota. 

Penulis bersama Ketua Umum YKI
Tahun lalu sudah dilakukan pelatihan PTM pada 20 puskesmas dan tahun ini kami akan melakukan pelatihan PTM pada 500 tenaga kesehatan dan kader yang tersebar di 50 puskesmas di semua kabupaten/kota dan saat ini juga sudah terbentuk 437 posbindu di seluruh Provinsi Sumatera Barat. Selain itu kami juga akan memfasilitasi pembentukan jejaring PTM di Kabupaten/Kota dan dalam forum ini diharapkan juga dapat sekaligus memperkuat Yayasan Kanker sehingga terbentuk yayasan kanker di semua kabupaten/kota, demikian Kadinkes Sumbar Dr. Hj. Rosnini Savitri, M.Kes dalam kesempatan terpisah.

Setelah pelantikan dilanjutkan mengunjungi Pelatihan Deteksi Dini
Faktor Risiko (IVA) yang diikuti oleh tenaga kesehatan puskesmas di seluruh Sumatera Barat di Balairung POGI Cabang Padang, dimana disaat itu peserta sedang antusias melakukan Praktek IVA pada ratusan ibu-ibu yang berasal dari kota Padang dan sekitarnya.

Braro YKI Sumatera Barat

(Posted By DR. dr. Irene, MKM)

Jumat, 09 Mei 2014

Pelatihan Gerakan Pramuka PP dan PL

Padang, 8 Mei 2014

Satuan Karya Pramuka (Saka) adalah wadah pendidikan guna menyalurkan minat, mengembangkan bakat dan pengalaman para pramuka dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Satuan Karya diperuntukkan bagi para Pramuka Penggalang Terap, Pramuka Penegak dan Pandega, dan para pemuda usia 14-25 tahun dengan syarat khusus. Setiap Saka memiliki beberapa krida, dimana setiap Krida mengkususkan pada sub bidang ilmu tertentu yang dipelajari dalam Satuan karya tersebut. Setiap Krida memiliki SKK untuk TKK Khusus saka yang dapat diperoleh Pramuka yang bergabung dengan Krida tertentu di sebuah Saka.

Satuan Karya Pramuka juga memiliki kegiatan khusus yang disebut Perkemahan Bhakti Satuan Karya Pramuka (PERTISAKA) yang dilaksanakan oleh tiap-tiap saka dan kegiatan yang dilaksanakan secara bersama-sama lebih dari satu saka yang disebut perkemahan antar saka (PERAN SAKA) dimana dimungkinkan tiap saka mentranfer bidang keilmuan masing-masing. Bagian terkecil dari saka disebut krida.

Satuan Karya Pramuka yang dulu ada 7, pada saat ini satu lagi satuan karya pramuka yang dibentuk adalah satuan karya pramuka Wira Kartika yang merupakan hasil kerja sama Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dengan Mabes TNI Angkatan Darat, sehingga satuan karya pramuka pada saat ini ada 8.

Satuan Karya Pramuka (Saka) Bakti Husada adalah wadah pengembangan pengetahuan, pembinaan keterampilan, penambahan pengalaman dan pemberian kesempatan untuk membaktikan dirinya kepada masyarakat dalam bidang kesehatan. Saka Bakti Husada diresmikan pada tanggal 17 Juli 1985, dengan dilantiknya Pimpinan Saka Bakti Husada Tingkat Nasional. Tujuan dibentuknya Saka Bakti Husada adalah untuk mewujudkan kader pembangunan di bidang kesehatan, yang dapat membantu melembagakan norma hidup sehat bagi semua anggota Gerakan Pramuka dan masyarakat di lingkunganya. Kegiatan kesakaan dilaksanakan di gugusdepan dan satuan karya Pramuka disesuaikan dengan usia dan kemampuan jasmani dan rohani peserta didik. Kegiatan pendidikan tersebut dilaksanakan sedapat-dapatnya dengan praktek berupa kegiatan nyata yang memberi kesempatan peserta didik untuk menerapkan sendiri pengetahuan dan kecakapannya dengan menggunakan perlengkapan yang sesuai dengan keperluannya. 

Yang dapat menjadi anggota Saka Bakti Husada adalah :
  1. Pramuka penggalang, usia 14 tahun ke atas, yang sudah mencapai tingkat Penggalang Terap.
  2. Pemuda berusia 16-23 tahun, dengan syarat khusus
  3. Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega
  4. Pamong Saka dan Instruktur tetap.
Saka Bakti Husada meliputi 6 (enam) krida, yaitu :
  1. Krida Bina Lingkungan Sehat
  2. Krida Bina Keluarga Sehat
  3. Krida Penanggulangan Penyakit
  4. Krida Bina Gizi
  5. Krida Bina Obat.
  6. Krida Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.
Yang dibahas pada pelatihan ini adalah Krida Bina Lingkungan Sehat dan Krida Pencegahan Penyakit.

Krida Bina Lingkungan Sehat, terdiri atas 5 (lima) SKK :
  1. SKK Penyehatan Perumahan
  2. SKK Penyehatan Makanan dan Minuman
  3. SKK Pengamanan Pestisida
  4. SKK Pengawasan Kualitas Air
  5. SKK Penyehatan Air
Krida Penanggulangan Penyakit, mempunyai 10 (sepuluh) SKK :
  1. SKK Penanggulangan Penyakit Malaria
  2. SKK Penanggulangan Penyakit Demam Berdarah
  3. SKK Penanggulangan Penyakit Anjing Gila
  4. SKK Penanggulangan Penyakit Diare
  5. SKK Penanggulangan Penyakit TB. Paru
  6. SKK Penanggulangan Penyakit Kecacingan
  7. SKK Imunisasi
  8. SKK Gawat Darurat.
  9. SKK HIV / AIDS
  10. SKK Penyakit Tidak Menular
Adapun tujuan pelatihan ini adalah agar peserta paham terhadap SBH Krida PP dan PL serta mampu dan terampil dalam memfasilitasi atau memberikan bimbingan teknis tentang Krida PP dan PL, dengan tujuan khusus :
  1. Meningkatkan pemahaman peserta terhadap Krida Bina Lingkungan Sehat dan Krida Penanggulangan Penyakit.
  2. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta mengenai Krida Bina Lingkungan Sehat dan Krida Penanggulangan Penyakit.
  3. Meningkatkan keterampilan peserta terhadap Krida Bina Lingkungan Sehat dan Krida Penanggulangan Penyakit.
Kegiatan Pelatihan Pramuka PP dan PL ini akan dilaksanakan pada tanggal 5-7 Mei 2014 dilaksanakan di The Axana Hotel, Jalan Bundo Kandung 14-16, Padang 25119, Indonesia

(Posted By: Dr. dr. Irene, MKM)