Minggu, 24 Februari 2013

DEKLARASI SBS 37 JORONG DI KABUPATEN TANAH DATAR

Tanah Datar, 23 Februari 2013 

Upaya jajaran pengelola program PAMSIMAS Direktorat Penyehatan Lingkungan, Ditjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PP & PL), Kementerian Kesehatan, dalam rangka percepatan capaian target kinerja program, kini mulai nampak hasilnya. Kurun waktu 2011 sampai awal 2013 menunjukkan peningkatan positif jumlah lokasi dampingan Program PAMSIMAS yang telah Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS). Keberhasilan ini juga tak luput dari semangat yang dibangun para petinggi KemenKes Menteri, Wakil Menteri, Dirjen PP & PL, sampai jajaran Eselon II nya, yang menunjukkan langsung apresiasinya pada masyarakat yang sudah berhasil melaksanakan perubahan perilaku, dengan menghadiri pesta kemenangan rakyat keluar dari kebiasaan buruk buang air besar sembarangan. 

Kali ini Dirjen PP & PL, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp(K), MARS, DTM&H, DTCE, hadir di tengah pesta rakyat dari 37 Jorong pelaksana PAMSIMAS, di Kab Tanah Datar, Sumatera Barat yang merayakan deklarasi SBS. 

Acara tersebut dilaksanakan di Jorong Tanjung Sawah, Nagari Padang Laweh Malalo Kecamatan Batipuh Selatan pada Sabtu (23/2) kemarin. Turut hadir Bupati Tanah Datar beserta Muspida sampai tingkat kecamatan, nagari serta jorong-jorong yang ikut deklarasi SBS dan masyarakat yang begitu antusias mengikuti acara. 

Pada kesempatan itu Bupati Shadiq mengatakan program Pamsimas sangat bermanfaat bagi masyarakat Tanah Datar dan telah banyak memberikan perubahan, selain tersedianya air minum yang menjadi kebutuhan pokok juga telah membawa perubahan perilaku masyarakat tidak sehat menjadi sehat. 

Berbagai program pembangunan dibidang air minum dan sanitasi telah ikut berkontribusi pada peningkatan jumlah penduduk yang memiliki akses terhadap air minum dan sanitasi yang layak dan berkelanjutan, tambahnya. 

Dikatakannya juga bahwa tujuan program pamsimas adalah penyediaan air minum dan perubahan perilaku masyarakat dari buang air besar sembarangan menjadi buang air besar ke jamban yang memenuhi syarat kesehatan, dan untuk mendukung dan mensukseskan program tersebut Pemda Tanah Datar juga telah memberikan stimulan berupa 100 unit jamban yang dibarengi dengan pemicuan untuk rasa malu, jijik dan berdosa karena telah buang air besar sembarangan. 

Untuk tercapainya tujuan mulia ini, dia juga meminta kepada dinas kesehatan beserta jajarannya agar membuat dan memiliki beberapa strategi dan kebijakan yang bersifat mengajak dan meningkatkan peran serta lembaga nagari dalam mensosialisasikan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), dan memasukkan program PHBS tersebut dalam kurikilum sekolah dan membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat ditengah-tengah masyarakat. 

Sambutan Dirjen PP dan PL
Sementara itu Dirjen PP & PL, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp(K), MARS, DTM&H, DTCE, dalam sambutannya mengatakan bahwa dengan program SBS dan sanitasi ini dengan sendirinya akan meningkatkan kesehatan masyarakat dan dia meminta agar sarana sanitasi yang telah ada agar dipelihara dan dijaga karena memelihara lebih sulit daripada membuat yang baru. 

Dia juga menyampaikan beberapa pesan untuk mencapai hidup sehat kepada seluruh masyarakat diantaranya agar menjaga kebersihan lingkungan, melakukan aktivitas olah raga yang teratur, memberikan imunisasi secara tepat dan teratur kepada balita, memeriksakan kesehatan secara teratur, serta untuk tidak merokok karena hidup sehat merupakan salah satu awal kebahagiaan. 

Penandatanganan Deklarasi SBS oleh
Dirjen P2PL dan Bupati Tanah Datar
Pada acara tersebut juga dilakukan penandatanganan baliho deklarasi Stop
 Buang Air Besar Sembarangan (SBS) oleh Dirjen PP dan PL Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Bupati Tanah Datar serta penyerahan sertifikat Pamsimas kepada 16 Nagari dengan kategori 

  • 8 Nagari mendapatkan sertifikat Pamsimas Reguler, 
  • 3 Nagari mendapat sertifikat Pamsimas Replikasi dan 
  • 5 Nagari Mendapatkan sertifikat Pamsimas HID 


Tamu undangan yang ikut hadir
Juga hadir pada acara tersebut Sekda Kabupaten Tanah Datar, H. Muzwar.M, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Tanah Datar, Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sumbar dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar beserta Kepala Puskesmas se Kabupaten Tanah Datar, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Datar, Camat se Kabupaten Tanah Datar, Wali Nagari Kabupaten Tanah Datar serta warga masyarakat sekitar 

Dirjen PP & PL juga memberikan apresiasi tinggi atas kinerja Pemprov Sumatera Barat, karena dari capaian Nasional Program PAMSIMAS untuk capaian SBS ini, Sumatera Barat sekitar 45,23% lebih tinggi dibanding capaian nasional 45,21%. “Sedangkan capaian Kabupaten Tanah Datar berkisar 45,93%. Dalam capaian ini, tak luput dari upaya ke 37 jorong yang saat ini melaksanaakan deklarasi, namun untuk Kab Tanah Datar masih harus bekerja keras lagi untuk mencapai 80% SBS,” ucap Tjandra. 

Deklarasi oleh 37 Perwakilan Jorong
Mengamini apa yang dikatakan Tjandra Yoga, Bupati Tanah Datar Shadiq Pasadigoe, juga mengharapkan acara deklarasi ini bukan sekedar seremonial belaka. Tetapi sebagai pemicu untuk melakukan penyadaran ke masyarakat yang masih BABS (Buang Air Besar Sembarangan), merubah perilakunya untuk SBS. “Sehingga perjuangan untuk menuju 80% SBS Kab Tanah Datar dapat tercapai lebih cepat,” tegas Shadig. 

Shadiq juga menyampaikan, dengan dilaksanakan program PAMSIMAS di 64 Jorong di wilayahnya, menunjukkan dampak perubahan perilaku hidup lebih sehat di tingkat masyarakat dan ini juga didukung ketersediaan air bersih yang dibangun oleh masyarakat melalui Program PAMSIMAS. 

Randai oleh Siswa SD
Selain pembacaan ikrar SBS 
oleh 37 orang perwakilan jorong yang SBS, acara juga dimeriahkan penampilan tarian, dendang lagu PHBS dan drama sadar SBS oleh siswa SD. Seluruh tamu undangan yang hadir pun sempat terpukau dan melepaskan tawa ketika mendengar dialog yang disampaikan dalam drama sadar SBS ini. 

Tidak luput, Tjandra Yoga dan bupati membubuhkan tanda tangan di baliho yang berisi ikrar SBS dan nama Jorong yang melaksanakan deklarasi, sebagai tanda bahwa pengikraran SBS ini, disaksikan pejabat tinggi dan diharapkan menjadi kenangan masyarakat, untuk selalu konsisten terhadap komitmennya dalam berperilaku hidup bersih dan sehat. 

Persemian Secara Simbolis Sarana Air Minum
Dirjen PP & PL ini juga menyempatkan diri untuk meresmikan secara simbolis sarana air minum dan sanitasi yang telah dibangun warga Jorong Tanjung Sawah yang merupakan Desa Replikasi tahun 2012.



(Endang SR – Sekber Program PAMSIMAS, Posted by DR. dr. Irene, MKM)



Bapak Dirjen PP&PL Berfoto bersama Penari
Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp(K), MARS, DTM&H, DTCE
dan Bupati Shadiq Pasadigoe mencuci tangan dengan
Sarana Air Minum Pamsimas



















Kamis, 07 Februari 2013

Sosialisasi KTR Kabupaten Sijunjung

Sijunjung, 7 Februari 2013

Bupati Sijunjung Membuka
Pertemuan Sosialisasi KTR
Pada bulan Februari ini, dilaksanakan peringatan hari jadi Kabupaten Sijunjung ke-64, sejak awal Februari sampai Maret Dinas Kesehatan telah melakukan berbagai kegiatan dan terobosan di beberapa tempat dengan melakukan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.

Seminar dan sosialisasi menuju kawasan tanpa rokok yang diselenggarakan di gedung Pancasila Muaro Sijunjung, Kamis (7/2), dibuka oleh Bupati Yuswir Arifin. Pembukaan ditandai dengan penyematan pin anti rokok kepada peserta seminar yang tidak merokok atau sudah berhenti merokok.

Kabupaten Sijunjung menandai dengan pin rokok, warna merah untuk perokok pada tempatnya, warna biru bagi yang sudah berhenti merokok 6 bulan-3 tahun dan warna hijau bagi yang sudah berhenti merokok lebih dari 3 tahun. Pada kesempatan ini bupati Sijunjung menantangani spanduk mendukung KTR dan menyematkan pin sesuai status merokok.

Disamping penyematan pin anti rokok, pembukaan seminar yang dihadiri Muspida, wakil ketua DPRD Maiyetrinaldi, pejabat teras Pemkab, kepala SKPD, camat, walinagari dan ketua berbagai organisasi, juga ditandai dengan menyematkan pin bertulis ‘kami perlu udara segar’ oleh direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI Dr. Ekowati Rahajeng, SKM, M.Kes kepada ketua TP PKK Kabupaten Sijunjung Ny. En Yuswir Arifin, ketua Persit Ny. Basuki Hari Subagyo dan wakil ketua Dharmawanita Ny. Wit Febrizal Ansori.

Penandatanganan 100 Tanda Tangan mendukung KTR
Dalam sambutannya Bupati Sijunjung Drs. H. Yuswir Arifin, MM menyampaikan bahwa beliau sangat mendukung penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kabupaten Sijunjung. Banyak penyakit yang dapat timbul akibat rokok ini, tapi kita juga harus memikirkan cara, bagaimana orang yang sudah terlanjur merokok dapat berhenti merokok.

Dalam pidatonya kadinkes Sijunjung menyampaikan bahwa, dalam peringatan hari jadi Sijunjung ini salah satu pokok utama kegiatan adalah sosialisasi KTR, dimana telah dilakukan beberapa kegiatan sebagai berikut:
  1. Kegiatan yang dilakukan, diawali workshop pengenalan metode berhenti merokok (smoking control) oleh Komnas pengendalian tembakau, Fuad Baradja terhadap 40 peserta yang terdiri dari petugas puskesmas (dokter, perawat, bidan, pengelola PTM) dan masyarakat. 
  2. Seminar dan sosialisasi menuju kawasan tanpa rokok dengan 500 peserta yang merupakan perwakilan dari tujuh tatanan kawasan tanpa rokok, yaitu tempat bekerja, sarana kesehatan, arena bermain anak, tempat proses belajar mengajar, tempat umum, tempat ibadah dan angkutan umum.
  3. Edutainment berupa penyampaian pesan rokok melalui media tradisional dengan sasaran masyarakat umum. Penyusunan buku panduan penyuluh kesehatan bagi penyuluh agama di Kabupaten Sijunjung.
  4. Penyusunan Perbup tentang sekolah sehat yang mengatur tupoksi, fungsi dan peran SKPD dalam mempercepat pencapaian 100 persen sekolah sehat tahun 2014 di Kabupaten Sijunjung, dengan kawasan tanpa rokok menjadi materi prioritas.
  5. Lomba pidato dai cilik dengan materi tentang rokok serta pemilihan duta rokok dan lomba mewarnai gambar.
Dengan moderator dr. H. Yasril Syahnil dan Hayati, SKM, dalam seminar dan sosialisasi menuju kawasan tanpa rokok yang berlangsung sehari penuh, selain direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI Dr. Ekowati Rahajeng, SKM, M.Kes, juga tampil sebagai pembicara, Kabid Pemberantasan Penyakit dan Penanggulangan Bencana Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar Dr. dr. Irene, MKM, kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh Dr. Hj. Merry Yulisday, MARS dan Komnas pengendalian tembakau, Fuad Baradja.

Sebelum seminar dilaksanakan, juga telah dilakukan sosialisai kawasan tanpa rokok ke berbagai sekolah, nagari dan kecamatan, jelas Edwin Suprayogi.

(DR. dr. Irene, MKM)