Kamis, 20 Juni 2013

Pencanangan Pemberian Obat Massal Filariasis Putaran I Tahun 2013 Kabupaten Padang Pariaman


Pencanangan POMP Filarias
Parit Malintang, 18 Mei 2013
Menindaklanjuti sosialisasi program Pengobatan Massal Filariasis yang telah dimulai 21 Mei 2013 lalu, Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman melaksanakan Pencanangan Makan Obat Massal Filariasis Tahap I Tahun 2013, Selasa (18/6) di di aula Kantor Bupati, Paritmalintang.
Pencanangan makan obat dilakukan oleh Pelaksana Tugas Sekdakab Padang Pariaman, Jonpriadi SE MM, didampingi Dr. dr. Irene, MKM mewakili Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sumbar dan Kadinkes Padang Pariaman dr Zunirman serta diikuti seluruh peserta yang hadir yang terdiri dari pegawai di lingkungan Pemkab Padang Pariaman.
Jonpriadi (Sekda Kabupaten Padang Pariaman) menyampaikan sambutan Bupati Ali Mukhni yang menyambut baik pelaksanaan makan obat massal filariasis di Padang Pariaman. “Penyakit Kaki Gajah (Filariasis) ini merupakan penyakit infeksi yang termasuk kategori new emerging diseases atau penyakit dengan gejala penyebaran yang sangat cepat,” ujarnya. Ia memaparkan, menurut data Badan Kesehatan PBB (WHO), sudah sekitar 120 juta penduduk di 80 negara yang terinfeksi penyakit ini. Kurang lebih 10 juta dari penderita berada di Indonesia dengan jumlah penderita kronis 6.500 orang, mereka tersebar di 1.553 desa / nagari / kelurahan pada 231 kabupaten / kota di 26 Provinsi.
"Mencermati situasi tersebut, kita perlu mewaspadai beberapa penyakit infeksi, terutama yang bersifat “new emerging diseases”, seperti Avian Influenza (AI), HIV/Aids maupun penyakit infeksi lain yang bersifat “re-emerging diseases” seperti TBC, Demam Berdarah Dengue (DBD), dan Malaria, termasuk penyakit Kaki Gajah (Filariasis)," ujar Jonpriadi.
Pada kesempatan itu, ia mengajak seluruh masyarakat Padang Pariaman untuk sama-sama memakan obat filariasis ini dalam rangka eliminasi penyakit kaki gajah, khususnya di daerah itu, sehingga penyakit kaki gajah tidak meluas ke seluruh warga.
Dr. dr. Irene, MKM dalam sambutannya mewakili Kadinkes Sumbar menyatakan, menyambut baik dan bangga terhadap upaya yang dilakukan Pemkab Padang Pariaman yang dengan cepat melaksanakan program pencegahan penyakit filariasis. "Apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman atas upaya yang sungguh-sungguh dalam melaksanakan POMP ini, dengan mengorbankan waktu, tenaga dan pikiran untuk POMP Putaran I ini, yang akan menyelamatkan generasi penerus Kabupaten Padang Pariaman yang merupakan daerah endemis filariasis".Selain itu lanjut beliau, FILARIASIS adalah penyakit infeksi yang bersipat menahun, disebabkan oleh CACING FILARIA ditularkan oleh NYAMUK. Penyakit ini dapat menimbulkan cacat menetap berupa PEMBESARAN KAKI, LENGAN, KANTONG BUAH ZAKAR DAN PAYUDARA. Bisa menyerang SEMUA ORANG, BUKAN KUTUKAN, GUNA-GUNA ATAU KETURUNAN. Kabupaten Padang Pariaman merupakan salah satu daerah endemis Filariasis, oleh sebab itu ada Program Minum Obat MassalPencegahan (POMP) Filariasis selama 5 tahun berturut-turut sejak tahun 2013 - tahun 2017, tahun 2013 ini merupakan putaran ke 1. Pelaksanaan POMP Filariasis akan dilaksanakan serentak mulai tanggal 18 Mei 2013 di seluruh wilayah kabupaten Padang Pariaman dengan sasaran semua penduduk yang berusia 2 tahun sampai 65 tahun.
Obat yang diminum adalah Diethyl Carbamazine Citrate (DEC) dan Albendazol yang dikenal sebagai OBAT CACING, yang akan dibagikan secara GRATIS. Bagi anak usia <2 tahun, Ibu Hamil, Ibu Menyusui, Sakit Berat, Kasus Kronis Filariasis, Balita Marasmus, kwasiorkor, gizi buruk sebaiknya pengobatannya ditunda. Obat ini HARUS diminum di Depan Petugas, tingkatkan pemantauan terhadap efek samping dari obat yang diberikan secara massal ini, demikian DR. dr. Irene, MKM.
Dalam sambutannya Kadinkes Zunirman melaporkan, penyakit filariasis harus ditanggapi dengan serius. Meskipun jumlah penderita kaki gajah / filariasis ini kelihatannya sedikit, namun karena penularannya yang sangat cepat, akibatnya bisa jadi ditemukan di kemudian hari serta berakibat fatal, maka tidak bisa dianggap sepele dan harus segera diambil tindakan untuk mencegahnya.
"Oleh karena itu kami Dinas Kesehatan melalui acara pencanangan makan obat massal berharap komitmen serta kerjasama semua pihak untuk keberhasilan pengobatan massal ini," katanya.
Setelah pelaksanaan makan obat massal, dilakukan penyerahan Kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) secara simbolis kepada 3 orang warga yang layak menerimanya. Mereka adalah: Dariah, Masnida dan Erawati. Total kartu Jamkesmas yang akan dibagikan adalah 65.200 kartu.



(Posted by Dr. dr. Irene, MKM)